Blog

HUT ke-50, Toyota Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi Kendaraan Ramah Lingkungan

Pabrik milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang resmi melahirkan mobil Sienta. Toyota menargetkan produksi 4.000 unit/bulan.

Jakarta –¬†Sudah 50 tahun meramaikan industri otomotif di Indoneaia. Di usianya yang sudah setengah abad, Toyota diminta tidak mengendurkan semangat dan terus menanamkan investasi di Indonesia.

Seperti yang disampaikan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita saat perayaan hari jadi Toyota Indonesia ke-50 secara virtual. Agus mengatakan Toyota telah membangun budaya dan warisan yang bermakna selama 50 tahun menggerakkan industri otomotif tanah air.

“Toyota Indonesia telah menciptakan legacy (warisan) yang bermakna selama 50 tahun ini, kami yakin Toyota akan turut menjadi penyandang utama dalam membangun industri otomotif untuk 50 tahun mendatang dan seterusnya,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Oleh karena itu kami meminta Toyota di Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi LCEV (Low Carbon Emission Vehicle), meningkatkan ekspor dan terus mengembangkan SDM dan melibatkan lebih banyak lagi pasok lokal dalam rantai operasi bisnis di Indonesia. Kami meyakini kekuatan dan komitmen Toyota selama 5 dasawarsa ini mampu memberikan nilai lebih bagi bangsa Indonesia kini dan dalam waktu-waktu mendatang,” Agus menambahkan.

Agus menjelaskan industri otomotif di Indonesia terus berkembang, Toyota ikut memiliki peran penting di dalamnya.

“Industri otomotif Indonesia mengalami perkembangan signifikan dalam dua dekade terakhir. Pertumbuhan motorisasi terus meningkat seiring menguatnya lokal produk dan melonjaknya kapasitas pabrik di tanah air. Industri otomotif memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Sebanyak 21 perusahaan industri bermotor telah beroperasi di Indonesia, sektor ini menyumbang investasi sebesar Rp 71,4 triliun dengan total kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun, menyerap tenaga kerja langsung 38.000 orang dan lebih dari 1,5 juta orang lebih bekerja di sepanjang rantai industri ini,” kata Agus.

Pabrik milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang resmi melahirkan mobil Sienta. Toyota menargetkan produksi 4.000 unit/bulan.

“Produk roda 4 atau lebih produksi dalam negeri telah mampu menembus ekspor ke lebih 80 negara di dunia. Pada 2020 ekspor CBU sebanyak senilai Rp 41,86 triliun dan CKD senilai 1,23 triliun. Dengan dampak yang signifikan ini, industri otomotif memiliki peran penting dan masuk dalam peta jalan Indonesia menuju 4.0 yang mendapat prioritas pengembangan industri 4.0 tersebut. Otomotif ditargetkan pada 2030 akan menjadi pemain global dan menjadi basis ekspor baik berbahan bakar minyak ataupun kendaraan berbasis listrik. Hal ini akan memperkuat persaingan Indonesia di global,” tambah Agus.

Kembali Agus memberikan apresiasi kepada Toyota yang telah mencapai 50 tahun 2021.

“Toyota Indonesia dapat dikatakan sebagai salah satu pionir yang melecut industrialisasi sekaligus meretas pasar ekspor. Berdiri sejak 1971, Toyota Indonesia telah memberikan kontribusi nyata dalam perekonomian nasional, melalui pendirian pabrik-pabrik dan peningkatan kandungan lokal dalam negeri termasuk industri kecil dan menengah,” ujar Agus.

“Tidak hanya itu upaya toyota meningkatkan daya saing nasional sejak telah ditunjukkan sejak 1987 dengan dimulainya ekspor perdana Kijang ke mancanegara dan meski pandemi melanda Toyota Indonesia tetap melakukan aktivitas ekspor ke berbagai negara. Selama 50 tahun terakhir, Toyota Indonesia telah menunjukkan konsistensi dalam pengembangan industri otomotif nasional dari hulu ke hilir termasuk pengembangan SDM sebagai pondasi utama kemajuan industri otomotif. Kami berharap di saat memasuki usianya setengah abad, toyota semakin dapat memberikan kontribusi nyata khususnya menjadi lokomotif pengembangan industri otomotif Indonesia yang tengah memasuki menapaki tapak baru elektrifikasi dan ramah lingkungan,” tutup Agus.

Sumber: Detik.com

Write a comment